Membuat Platform E-commerce Kerajinan Tangan: Alur Kerja Cerita Pengguna yang Didukung AI
Discover how AI-powered tools streamline user story creation for e-commerce platforms selling handmade crafts, enhancing product development and team alignment.
Bayangkan Anda seorang manajer produk yang ditugaskan untuk meluncurkan platform e-commerce baru untuk kerajinan tangan. Anda memiliki visi, tetapi tahap perencanaan awal terasa seperti menatap halaman kosong. Fitur apa yang harus Anda bangun terlebih dahulu? Bagaimana Anda memastikan tim Anda memahami kebutuhan pengguna? Di sinilah Editor Cerita Pengguna (3Cs) yang Didukung AI dari Visual Paradigmmengubah tugas yang menakutkan menjadi proses yang terstruktur dan didukung AI. Alat ini tidak hanya membantu Anda menulis cerita pengguna; ia memandu Anda melalui alur kerja lengkap dari ide hingga rencana proyek yang dapat dijalankan. Mari kita bahas bagaimana cara kerjanya, menggunakan contoh nyata pembangunan platform e-commerce untuk kerajinan tangan.
Ringkasan cepat
- Gunakan Editor Cerita Pengguna (3Cs) yang Didukung AI untuk menghasilkan dan mengelola cerita pengguna untuk setiap ide produk.
- Mulailah dengan memasukkan domain aplikasi Anda, seperti ‘Platform e-commerce untuk menjual kerajinan tangan’, dan biarkan AI menghasilkan daftar cerita pengguna.
- Sempurnakan cerita-cerita tersebut dalam tabel yang intuitif, dengan menambahkan prioritas dan poin cerita.
- Secara otomatis hasilkan laporan penting: Rencana Uji Penerimaan, Analisis Stakeholder, dan Laporan Prioritas.
- Laporan-laporan ini memberikan peta jalan yang jelas untuk pengembangan, QA, dan komunikasi dengan stakeholder.
Ketika Anda pertama kali membuka Editor Cerita Pengguna (3Cs) yang Didukung AI, Anda akan disambut dengan antarmuka yang jelas dan langkah demi langkah. Langkah pertama, ‘Hasilkan Cerita Pengguna’, adalah tempat keajaiban dimulai. Gambar 1menunjukkan layar awal. Anda cukup mengetik domain aplikasi atau fitur Anda ke kotak input. Dalam kasus kami, kami telah memasukkan ‘Platform e-commerce untuk menjual kerajinan tangan’. AI kemudian menggunakan prompt ini untuk menghasilkan sejumlah cerita pengguna. Anda juga dapat memilih berapa banyak cerita yang ingin dihasilkan, dengan penggeser yang memungkinkan Anda memilih antara 4 hingga 10. Alat ini juga menyediakan contoh bermanfaat untuk memulai. Setelah siap, klik tombol ‘Hasilkan Cerita’ akan melepaskan AI, menciptakan daftar cerita pengguna berdasarkan masukan awal Anda. Langkah ini saja dapat menghemat berjam-jam brainstorming.

Setelah AI menghasilkan cerita-cerita tersebut, alat ini secara otomatis melanjutkan ke Langkah 2: ‘Kelola Cerita Pengguna’. Gambar 2menampilkan hasilnya. Sekarang Anda melihat antarmuka berbasis tabel yang bersih, di mana setiap cerita pengguna dipecah menjadi komponen utamanya: judul, pernyataan cerita pengguna (‘Sebagai [peran], saya ingin [kebutuhan] agar [tujuan]’), percakapan (diskusi seputar cerita), dan kriteria penerimaan (kondisi keberhasilan). AI memberikan dasar yang kuat, tetapi Anda memiliki kendali penuh untuk mengedit setiap bidang. Anda dapat menyempurnakan bahasa, menambahkan detail lebih lanjut ke dalam percakapan, atau menyesuaikan kriteria penerimaan. Di sinilah tim dapat berkolaborasi, memastikan semua orang memahami tujuan cerita. Anda juga dapat menetapkan prioritas (Rendah, Sedang, Tinggi) dan memperkirakan usaha menggunakan poin cerita, yang sangat penting untuk manajemen backlog.

Dengan cerita pengguna Anda telah didefinisikan, kekuatan sebenarnya dari alat ini muncul. Langkah berikutnya adalah menghasilkan laporan yang mengubah backlog Anda menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti. Klik ‘Hasilkan Rencana Uji Penerimaan’ akan membawa Anda ke Langkah 3. Gambar 3menunjukkan laporan hasilnya. AI menganalisis kriteria penerimaan Anda dan secara otomatis membuat rencana uji yang komprehensif. Ia menjelaskan kasus uji spesifik yang dibutuhkan untuk memverifikasi setiap cerita pengguna, memastikan tim pengembangan tahu persis apa yang harus diuji dan tim QA memiliki peta jalan yang jelas. Ini merupakan penghemat waktu yang besar, karena mengotomatisasi proses yang sering dilakukan secara manual dan rentan kesalahan.

Berikutnya, Anda dapat menghasilkan laporan ‘Analisis Stakeholder’. Gambar 4menunjukkan laporan ini, yang mengidentifikasi orang-orang kunci yang terlibat dalam proyek dan minat mereka. AI menganalisis cerita pengguna Anda untuk menentukan siapa yang terdampak dan bagaimana dampaknya. Ia memberikan analisis yang jelas mengenai pengaruh dan dampak potensial mereka, beserta strategi komunikasi. Laporan ini sangat berharga bagi manajer proyek dan pemilik produk, membantu mereka mengelola hubungan stakeholder yang kompleks dan memastikan semua pihak sejalan.

Akhirnya, alat ini dapat menghasilkan laporan ‘Prioritas’. Gambar 5menampilkan laporan ini, yang memberikan analisis berbasis data terhadap backlog Anda. Ia memanfaatkan prioritas dan poin cerita yang telah Anda tetapkan untuk menghitung skor yang dinormalisasi, membantu Anda menentukan urutan pengembangan yang optimal. Laporan ini menyoroti fitur-fitur bernilai tertinggi, seperti ‘Telusuri Barang Kerajinan Tangan’ dan ‘Tambahkan Barang ke Keranjang’, serta merekomendasikan untuk memulainya terlebih dahulu guna membangun pengalaman pengguna yang kuat. Ia juga mengidentifikasi fitur dengan prioritas lebih rendah, seperti ‘Tinggalkan Ulasan Produk’, menyarankan untuk diimplementasikan kemudian. Laporan ini memberikan peta jalan yang jelas dan berbasis bukti untuk sprint pengembangan Anda.

Alat Editor Cerita Pengguna Berbasis AI (3Cs)dari Visual Paradigm lebih dari sekadar alat; ini adalah alur kerja lengkap untuk pengembangan produk agile. Alat ini menghilangkan tebakan dalam pembuatan daftar prioritas dan mengubah ide-ide Anda menjadi rencana yang jelas dan dapat dijalankan. Dari awal munculnya ide hingga rencana pengujian yang detail dan strategi prioritas, alat ini menyediakan jalur mulus dari konsep ke pelaksanaan. Alat ini memberdayakan manajer produk, analis bisnis, dan tim agile untuk bekerja lebih efisien, menyelaraskan pemahaman, dan menghasilkan produk yang benar-benar memenuhi kebutuhan pengguna. Jika Anda ingin menyederhanakan proses pengembangan produk Anda, editor berbasis AI ini merupakan aset yang kuat.
Siap melihat cara kerjanya?Coba Editor Cerita Pengguna Berbasis AI (3Cs) sekarangdan rasakan langsung kekuatan pengembangan produk yang didukung AI.
Tautan Terkait
- Perencana Daftar Prioritas Jira Berbasis AI Agilien – Visual Paradigm: Otomatiskan dan tingkatkan perencanaan daftar prioritas Jira Anda dengan Agilien AI, yang secara cerdas mengatur cerita pengguna dan epik untuk perencanaan sprint yang efisien.
- Membuat Storyboard dari Cerita Pengguna di Visual Paradigm: Tutorial tentang mengubah cerita pengguna menjadi storyboard visual untuk meningkatkan pemahaman dan keselarasan dalam pengembangan produk.
- Visual Paradigm – Perkiraan Cerita & Investigasi Spike untuk Agile: Pelajari cara menggunakan alat pengembangan agile Visual Paradigm untuk memperkirakan cerita pengguna dan melakukan investigasi spike untuk mengurangi ketidakpastian dalam perencanaan sprint.
- Cara Mengelola Cerita Pengguna dengan Peta Cerita dalam Scrum: Panduan praktis tentang menggunakan peta cerita untuk mengatur, memprioritaskan, dan mengelola cerita pengguna dalam kerangka kerja Scrum.
- Dari Proses Bisnis ke Cerita Pengguna: Tutorial Pemetaan: Pelajari cara mengubah proses bisnis menjadi cerita pengguna menggunakan Visual Paradigm, memungkinkan keselarasan yang lebih baik antara tujuan bisnis dan pengembangan.
- Apa Itu Cerita Pengguna? Panduan Lengkap tentang Persyaratan Agile: Panduan komprehensif ini menjelaskan konsep cerita pengguna dalam pengembangan perangkat lunak agile, menyoroti tujuan, struktur, dan pentingnya dalam menangkap kebutuhan pengguna secara efektif.
- Menulis Cerita Pengguna yang Efektif: Panduan Praktis untuk Tim Agile: Panduan praktis yang membimbing tim agile melalui proses membuat cerita pengguna berkualitas tinggi menggunakan contoh dunia nyata dan teknik yang terbukti efektif.











